Beluluk Bangkit, Warga Bersatu Galang Dana Pembangunan Balai Banjar

TABANAN — Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan krama Banjar Beluluk. Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di Balai Banjar Beluluk, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, digelar kegiatan Jalan Sehat untuk Persatuan dengan tema “Beluluk Bangkit, Bersatu Kita Bisa”. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penggalian

READ MORE

FGD PHDI Pusat Tegaskan Rangkaian Nyepi: Tawur pada Tilem Kesanga, Nyepi Esok Harinya

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menginisiasi forum diskusi terfokus (FGD) untuk menegaskan kembali rangkaian pelaksanaan Hari Suci Nyepi. Kegiatan yang berlangsung di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, pada Minggu (11/1), ini mempertemukan akademisi, pakar wariga, penyusun kalender Bali, serta pengkaji lontar. Tujuannya satu: memastikan ketepatan waktu

READ MORE

Wacana Nyepi di Tilem Kesanga Dinilai Keliru, Akademisi Ingatkan Marwah Kosmologis Nyepi

Denpasar, 9 Januari 2026 – Wacana pemindahan Hari Raya Suci Nyepi ke Tilem Kesanga kembali mencuat di ruang publik dan memantik perdebatan di kalangan umat Hindu Bali. Namun, dari sudut pandang akademik dan tradisi wariga Bali, gagasan tersebut dinilai bertentangan dengan fondasi kosmologi, sastra agama, serta

READ MORE

Nyepi Bukan di Tilem Kesanga: Menjaga Wariga, Menjaga Nalar

Wacana pemindahan penegakan Hari Raya Suci Nyepi keTilem Kesanga kembali mencuat ke ruang publik. Sekilas, gagasan ini terdengar seperti upaya “pengembalian ke tradisilama”. Namun jika ditelaah secara akademik melalui perspektifwariga, sastra agama, dan sejarah keputusan keagamaan Hindu Bali wacana tersebut justru bertentangan dengan fondasi tradisiitu sendiri. Apa yang diklaim sebagai “tradisi lama” sesungguhnya adalah fragmen tafsir singkat dalam sejarah, bukan struktur tradisi Hindu Bali yang utuh dan berkesinambungan. Dalam seluruh sistem wariga Bali klasik, Tilem Kesangatidak pernah diposisikan sebagai hari Nyepi. Tilem Kesangaadalah rahina Tawur Kesanga, puncak Bhuta Yadnya, saat Bhuta Kala dipralina dan diseimbangkan melalui caru dan tawur. Sementara itu, Nyepi secara konsisten ditempatkan seharisetelahnya, pada Penanggal Apisan Sasih Kedasa, sebagai haribrata, tapa, dan yoga spiritual. Menyamakan Tawur Kesangadengan Nyepi merupakan kesalahan konseptual serius yang mengaburkan batas antara ritus kosmik (Bhuta Yadnya) dan brata personal (penyepian diri). Secara struktur kalender Caka Bali, Tilem adalah akhirsasih, bukan awal. Ia menandai fase pralina penutupan siklusbukan permulaan kesadaran baru. Nyepi, sebagai Tahun Baru Saka, secara filosofis dan simbolik harus berada pada titikwiwitan, awal yang sunyi dan murni, bukan pada titik akhir yang justru sarat dengan aktivitas penetralan Bhuta Kala. Inilah logikakosmologis wariga Bali yang membedakannya dari sekadarhitungan hari atau kalender administratif. Tradisi besar Bali, khususnya yang berpijak pada pedomanritual Parahyangan Besakih, sejak awal membedakan secarategas: Tawur dilaksanakan pada Tilem Kesanga, sedangkanNyepi dilaksanakan pada Penanggal Apisan Sasih Kedasa. Pedoman ini bersumber pada lontar-lontar tua seperti Aji Swamandala dan Sri Jaya Kusunu, yang menjadi rujukan praktikritual hidup lintas generasi. Lontar Sundarigama memangmemuat keterangan penting tentang rangkaian upacara, tetapimenjadikannya satu-satunya dasar penentuan Nyepi adalahkekeliruan metodologis. Dalam tradisi Hindu Bali, otoritas tidakberdiri pada satu teks, melainkan pada kesinambungan sastra, praktik ritual, dan konsensus spiritual. Sejarah kelembagaan Hindu Bali juga mencatat koreksiyang tidak bisa diabaikan. Keputusan Pesamuan Agung tahun1960 yang sempat menempatkan Nyepi di Tilem Kesangabukanlah puncak tradisi, melainkan produk tafsir terbatas pada zamannya. Keputusan tersebut kemudian direvisi secara resmimelalui Seminar Kesatuan Tafsir tahun 1983 oleh ParisadaHindu Dharma Indonesia. Sejak saat itu, Nyepi dijalankankembali sesuai tradisi kuno: Tawur pada Tilem Kesanga, Nyepikeesokan harinya. Dengan demikian, wacana “mengembalikan” Nyepi ke Tilem Kesanga justru mengabaikan hasil koreksiinstitusional Parisada sendiri, sekaligus menafikan proses pematangan teologis yang telah dilalui.

READ MORE

Ketika Sakralitas Diperagakan: Refleksi Kritis atas Komodifikasi Tari Ritual Bali

Tari ritual Bali sejak awal kelahirannya tidak pernah dimaksudkan sebagai representasi estetika semata. Ia adalah bahasa religius, medium teologis, dan sarana komunikasi simbolik antara manusia, alam, dan kekuatan adikodrati. Dalam horizon pemikiran Hindu Bali, tari ritual hadir sebagai bagian integral dari yajña, sebuah persembahan suci yang berfungsi

READ MORE

IAHN Mpu Kuturan Gelar Diseminasi Hasil Penelitian Tahun Anggaran 2025

Singaraja, 3 Desember 2025 — Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya ilmiah melalui penyelenggaraan Diseminasi Hasil Penelitian Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Aula Rektorat Kampus Menjangan. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WITA dan diikuti oleh 100 peserta,

READ MORE

BEM IAHN Mpu Kuturan bekerjasama dengan Yayasan Ekadanta Bali Dwipa Gelar Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis di Desa Bengkala

Buleleng, 26 November 2025 — Yayasan Ekadanta Bali Dwipa kembali menegaskan komitmennya dalam aksi kemanusiaan melalui kegiatan bakti sosial dan edukasi yang berlangsung di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini diselenggarakan berkolaborasi dengan BEM Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja sebagai rangkaian

READ MORE

Empat Tahun bertapa di Alas Taro I Putu Ariyasa Darmawan Raih Gelar Doktor

Denpasar, 17 November 2025 — I Putu Ariyasa Darmawan, M.Ag., resmi melaksanakan Ujian Terbuka Promosi Doktor di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Sidang promosi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya, sekaligus meneguhkan posisi Ariyasa sebagai salah satu akademisi muda yang diperhitungkan di

READ MORE

Penutupan PKM Desa Binaan DITJEN Bimas Hindu 2025: Penguatan Identitas dan Peran Perempuan Melalui Revitalisasi Tenun Cag-Cag di Desa Sembiran

Sembiran, Humas — Sabtu, 15 November 2025, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Desa Binaan DITJEN Bimas Hindu Tahun 2025 resmi ditutup dalam sebuah acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Wantilan Desa Sembiran. Kegiatan bertajuk “Penguatan Identitas dan Peran Perempuan melalui Revitalisasi Tenun Cag-Cag

READ MORE

Jumat Bersih di Pantai Celuk Agung, Mahasiswa KKN Anturan Melaksanakan Program Kerja Kelompok “Ecoteologi Lan Segara Swacchata: Pantai Bersih, Jiwa Suci”

Anturan, 14 November 2025 — Pemerintah Desa Anturan melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di kawasan Pantai Celuk Agung yang dibuka secara resmi oleh Perbekel Desa Anturan. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga diisi dengan penanaman pohon yang berfungsi untuk upakara merupakan bagian dari

READ MORE